Minggu, 30 September 2012

Aplikasi Sistem Absensi Karyawan Dengan Menggunakan Metode Barcode pada Perusahaan



 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Batasan Masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Manfaat Penelitian
1.6. Sistematika Penulisan
 
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem
2.2 Konsep Dasar Informasi
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.4 Rekayasa Perangkat Lunak
2.5 UML (Unified Modelling Language)
2.6 Konsep Database Management System
2.7 Sekilas Tentang Delphi
2.8 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek
2.9 Bagan Alir
2.10 Entity Relationship Diagram (ERD)
2.11 Barcode
2.12 Penelitian Dengan Menggunakan Metode Barcode
2.13 SQL
2.14 Rational Rose

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Pengumpulan Data
3.2 Metode Pengembangan Sistem


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia teknologi informasi saat ini semakin cepat memasuki
berbagai bidang, sehingga kini semakin banyak perusahaan yang berusaha
meningkatkan usahanya terutama dalam bidang bisnis yang sangat berkaitan erat
dengan teknologi informasi itu sendiri. Hal ini didukung oleh pernyataan bahwa
Kegunaan komputer pada aplikasi bisnis adalah untuk menyediakan informasi
dengan cepat dan tepat. Informasi ini ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh
suatu perusahaan. Jika di dalam suatu perusahaan, informasi tersebut terhenti atau
terhambat, maka sistem perusahaan akan menjadi lusuh (Jogiyanto, 1999:96).
Salah satu perkembangan teknologi informasi yang penting adalah
semakin dibutuhkannya penggunaan alat pengolah data yang berfungsi untuk
menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Perusahaan-perusahaan yang ingin
mengembangkan usaha dan mencapai sukses harus mengikuti era informasi
dengan menggunakan alat pendukung pengolah data yaitu komputer. Hal ini
didukung oleh pernyataan yang diutarakan bahwa komputer digunakan untuk
mengelola sumber daya yang luas dari perusahaan-perusahaan yang memandang
seluruh dunia sebagai pasar mereka dimana pada eksekutif perusahaan melakukan
investasi pada teknologi informasi dengan tujuan mencapai skala ekonimis dan
dapat mengembangkan produk yang dapat dijual di seluruh dunia (Mcleod,
1998:92).

Dengan adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang
dalam suatu perusahaan ataupun instansi dapat dikomputerisasikan, dalam hal ini
bidang-bidang yang dianggap penting dan utama karena hal ini dapat mendukung
keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Dalam kajian ini penulis ingin memberikan suatu solusi dengan
merancang dan mengaplikasikan suatu alur kerja sistem absensi berdasarkan
sistem absensi manual yang sudah ada pada PT. Kemenangan Jaya yang masih
kurang efektif dan efisien, dan membuat sistem basis data yang akan digunakan
dalam aplikasi absensi yang terkomputerisasi, user Interface untuk mengelola
basis data tersebut, dan aplikasi absensi yang terkomputerisasi dengan baik antara
sistem basis data, user interface, dan user itu sendiri dengan penambahan metode
barcode untuk memberikan solusi optimal yang telah terkomputerisasi, kecepatan
dan ketepatan pengolahan data, dan mengurangi tingkat kesalahan pada waktu
proses pengabsenan berlangsung (http://www.wikipedia.com/barcode). Oleh
sebab itu dengan berdasarkan alasan ini penulis mencoba mengambil tema dalam
penulisan skripsi ini dengan judul : “Pengembangan Aplikasi Sistem Absensi
Karyawan Dengan Metode Barcode Pada PT. Kemenangan Jaya”.


1.2 Rumusan Masalah
PT. Kemenangan Jaya yang bergerak dibidang retail berkeinginan untuk
memiliki suatu sistem informasi absensi karyawan yang dapat menggantikan
sistem absensi yang telah ada namun masih berjalan secara manual. Keinginan ini
timbul karena perusahaan ini mengalami kesulitan dalam mengolah data informasi

absensi sehingga mengakibatkan semakin banyaknya hardcopy arsip dan
menyulitkan ketika pihak manajemen personalia perusahaan bermaksud untuk
merekap dan melakukan pendataan ulang data dan daftar hadir karyawan yang
telah berlangsung selama 1 tahun lamanya.
Proses pengabsensian yang telah ada di PT. Kemenangan Jaya dapat
dikatakan masih kurang efisien dan efektif karena semua masih dilakukan secara
manual, mulai dari pendataan dan penghitungan jam hadir, jam keluar, lama
waktu kerja, sampai dengan keterangan tidak masuk karyawan. Sedangkan di
departemen personalia, pengaksesan ini belum memiliki sesuatu sistem informasi
pegawai yang baik. Semua hal tersebut sering mengakibatkan hasil yang kurang
teliti dan memakan waktu yang lama. Masalah yang utama yang timbul
dikarenakan adanya faktor kelelahan mental akibat hanya ada seorang staff yang
bertanggung jawab dalam perhitungan jam kerja.
Penggunaan metode barcode pada aplikasi sistem absensi karyawan ini
juga akan membuat sistem absensi ini menjadi lebih efektif dan efisien karena
setiap pegawai hanya akan menempelkan kartu ID karyawan pada perangkat
barcode scanner yang telah tersedia dimana penghitungan jam hadir dan jam
keluar karyawan akan masuk pada database, kemudian hasil inputan nomor induk
karyawan atau barcode akan menjadi acuan jam kedatangan karyawan tersebut.
Dalam pembuatan skripsi ini, penulis akan memberikan suatu solusi
tentang :
1. Bagaimana sistem absensi ini dapat membantu proses pencatatan data
dan daftar hadir karyawan.
2. Bagaimana memberikan report harian, bulanan, dan tahunan data dan
daftar hadir karyawan.


1.3 Batasan Masalah
Aplikasi sistem absensi dengan metode barcode pada Perusahaan
Kemenangan Jaya akan memberikan suatu report pencatatan atau log secara
harian, bulanan, dan tahunan tentang data dan daftar hadir karyawan, waktu
kedatangan, waktu pulang. Aplikasi absensi ini hanya akan mencatat hal-hal yang
berkaitan dengan data dan daftar kehadiran karyawan, dan tidak melakukan
pengaturan terhadap penentuan waktu kedatangan dan kepulangan karyawan.
Aplikasi ini tidak akan melakukan penghitungan penggajian karyawan
berdasarkan lamanya waktu kerja karyawan dan aplikasi ini juga tidak terhubung
dengan database perusahaan, karena aplikasi ini merupakan suatu aplikasi
tambahan yang berdiri sendiri sehingga tidak akan mengganggu dan mengacaukan
database pusat yang terhubung dengan data keseluruhan dan keterangan aktifitas
perusahaan.
Pendeteksian absensi pada aplikasi ini terbatas pada metode dan teknologi
yang digunakan, yakni barcode dan tidak menggunakan teknologi pendeteksian
yang lain seperti fingerprint scan atau yang lainnya.


1.4 Tujuan Pembuatan
Tujuan dari diadakannya penelitian, perancangan, dan pembuatan aplikasi
absensi dengan sistem barcode dalam menunjang penulisan skripsi ini adalah
untuk :
1. Menyusun suatu sistem informasi yang berbasis komputer secara
sistematis, terstruktur, terarah dan lengkap dengan demikian sistem
informasi yang dibuat benar-benar berguna dan mengefisienkan
pekerjaan dalam perusahaan.
2. Memberikan suatu solusi dengan merancang, memberikan hasil report,
dan mengimplementasikan Aplikasi absensi yang telah dibuat dan
akan digunakan di Perusahaan Kemenangan Jaya sebagai penunjang
proses pendataan kehadiran karyawan yang ada dan dilakukan pada
perusahaan tersebut.


1.5 Manfaat Penulisan
Manfaat yang akan didapat dari penulisan skripsi dalam pembuatan dan
pengaplikasian sistem absensi dengan barcode ini adalah sebagai berikut :
1. Membantu Perusahaan Kemenangan Jaya untuk mengubah sistem
absensi yang telah berjalan secara manual menjadi suatu sistem
absensi yang terkomputerisasi.
2. Membantu Perusahaan Kemenangan Jaya dalam meningkatkan
kinerja dan etos kerja serta kedisiplinan kerja kepada para
karyawannya.
3. Membantu pendataan dan daftar hadir karyawan perusahaan dengan
memberikan suatu solusi optimal yang telah terkomputerisasi dan
berbasis data dengan penggunaan metode barcode.
4. Sistem aplikasi absensi ini akan mampu untuk melakukan beberapa
fasilitas dan fungsi seperti : Mempunyai password yang berguna
untuk melindungi pemakaian sistem oleh orang yang tidak
berwenang, sistem mempunyai fasilitas pengendali error yaitu berupa
pesan kesalahan atau proses yang akan muncul dalam
sistem.pengabsensian, mampu menyimpan data-data mengenai data
pribadi dan data absensi karyawan, dan sistem dapat melakukan
pencarian data
5. Memberikan suatu report secara berkala tentang data dan daftar
kehadiran karyawan sebagai bahan acuan peningkatan etos dan
kedisiplinan karyawan dalam perusahaan
6. Memberikan input perbaikan guna meningkatkan sistem yang sudah
ada agar lebih optimal.


1.6 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam perancangan dan pengembangan sistem
aplikasi absensi karyawan ini adalah dengan menggunakan beberapa metode,
antara lain :
1. Metode Interview
Koentjaraningrat (1985:167) mengartikan interview sebagai sebuah
tindakan pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah
pertanyaan secara lisan dan dijawab secara lisan pula yang akan
digunakan dalam tahap analisa.
2. Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penulisan
skripsi ini adalah dengan menggunakan model pengembangan sistem
spiral.
Model Spiral yang diusulkan oleh Boehm (1988), menggambarkan
sebuah tahapan proses pengembangan perangkat lunak, yang terdiri
dari enam wilayah tugas (Pressman, 1997:47), yaitu antara lain :
A. Komunikasi Pelanggan
Tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi
yang efektif di antara pengembang dan pelanggan.
B. Perencanaan
Tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber daya,
ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.
C. Analisis Resiko
Tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko-resiko, baik
manajemen maupun teknis.
D. Perekayasaan
Tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih
representasi dari aplikasi tersebut. Penulis menggunakan notasi UML
sebagai case tool dalam perekayasaan sistem.
E. Konstruksi dan Peluncuran
Tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji,
memasang, dan memberikan pelayanan kepada pemakai. Jika seluruh
obyek yang dibutuhkan telah selesai didesain maka tahap selanjutnya
adalah mengkonstruksikan obyek-obyek yang telah selesai didesain
ke dalam kode bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yang
penulis gunakan ialah Borland Delphi 5 sebagai pembuatan aplikasi
sistemnya dan menggunakan aplikasi perancangan database MS SQL
Server 2000.
F. Evaluasi Pelanggan
Langkah ini melakukan pengujian fungsionalitas dan efisiensi
sistem pada saat sistem tersebut telah selesai dibuat dan
diimplementasikan.
G. Menarik Kesimpulan
Tugas-tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik dari
pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi perangkat
lunak yang dibuat selama masa perekayasaan dan diimplementasikan
selama masa pemasangan.


1.7 Sistematika Penulisan
Penyusunan penulisan skripsi ini dilaksanakan dengan beberapa metode
dan format susunan yang terbagi ke dalam beberapa bab, yang terdiri dari :
1. BAB I : Pendahuluan
Berisi tentang beberapa hal umum tentang maksud dan tujuan
penulisan skripsi serta pelaksanaan penelitian pada Perusahaan PT.
Kemenangan Jaya sebagai acuan dalam pembuatan aplikasi absensi
dengan sistem barcode, yang terdiri dari latar belakang
dilaksanakannya penelitian, tujuan dari diadakannya penelitian,
perancangan, dan pembuatan aplikasi sistem absensi dengan metode
barcode dalam menunjang penulisan skripsi, manfaat penulisan,
metode pelaksanaan dan penulisan skripsi, serta sistematika dalam
penyusunan skripsi ini.
 
2. BAB II : Landasan Teori
Menjelaskan tentang konsep dasar aplikasi absensi, penjelasan singkat
tentang barcode concept, sejarah singkat aplikasi Delphi 5 sebagai
aplikasi pembangun utama, dan konsep database serta penjelasan
singkat tentang microsoft access sebagai aplikasi database yang akan
digunakan dalam pembuatan aplikasi absensi ini.
 
3. BAB III : Metodologi Penelitian
Menjelaskan tentang metode yang digunakan dalam menyelesaikan
kasus pendataan dan pengaplikasian sistem absensi pada perusahaan
tersebut, perancangan yang berisi semua metode yang berhubungan
dengan topik yang dibahas dan akan digunakan dalam pembuatan
aplikasi sistem absensi ini, serta penganalisaan masalah yang ada
dalam perusahaan sehingga dapat diberikan suatu solusi optimal
terhadap permasalahan yang ada.
 
4. BAB IV : Pembahasan
Menjelaskan tentang pembahasan sistem yang yang berisikan konsep,
alur, dan pola pikir program dalam bentuk flowchart, bagaimana
sistem absensi ini nantinya akan berjalan, dan tahap-tahap yang
diperlukan dalam menjalankan sistem absensi ini dengan disertai
dengan metode atau teknik yang digunakan dalam melaksanakan
penelitian serta menyelesaikan masalah yang dimulai dari perancangan
data sampai kepada terselesaikannya masalah.
 
5. BAB V : Kesimpulan dan Saran
Berisi tentang kesimpulan dari penelitian dan hasil akhir dari
pemecahan masalah setelah dibuat aplikasi absensi dengan barcode ini
serta saran yang dianggap penting atau dijalankan pada masa yang
akan datang untuk kesempurnaan hasil penelitian atau pemecahan
masalah, sehingga masalah serupa tidak terjadi lagi serta antisipasi
terhadap timbulnya masalah lain setelah pengaplikasian sistem absensi
ini dapat berjalan dengan baik pada perusahaan tempat penelitian
untuk penulisan skripsi ini dilakukan.
 
6. Daftar Pustaka
Berisi daftar pustaka atau referensi-referensi baik berupa media cetak
maupun media elektronik yang dapat dijadikan acuan dalam penelitian
tugas akhir.

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Konsep Dasar Sistem
2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem dilihat dari segi etimologinya berasal dari bahasa inggris
yaitu sistem yang berarti susunan, cara, jaringan (Echols dan Shadily,
2000:575). Menurut Hartono (1999:683), sistem adalah suatu kesatuan
yang terdiri dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan.
Pengertian sistem dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti
Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk
suatu totalitas.

2.1.2 Elemen Sistem
Elemen yang terdapat dalam sistem meliputi : tujuan sistem,
batasan sistem, kontrol, input, proses, output, dan umpan balik.

2.1.3 Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang,
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau
ide-ide yang tidak tampak, sedangkan sistem fisik adalah sistem
yang ada secara fisik.
2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses
alam, sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang terjadi
dan ada karena merupakan hasil rancangan dari manusia.
3. Sistem Tertentu dan Sistem Tidak Tentu
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi, dimana interaksi antar bagiannya dapat dideteksi
dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.
Sedangkan sistem tidak tentu adalah sistem dimana kondisi masa
depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas.
4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan
tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritis
sistem ini ada, namun pada kenyataannya tidak ada sistem yang
benar-benar tertutup. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem
yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkuna luarnya
(Kristanto, 2003: 4-6).


2.2 Konsep Dasar Informasi
2.2.1 Pengertian Informasi
Menurut Kristanto (2003:6), Informasi merupakan kumpulan data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
Sedangkan menurut Mcleod (1998:15), Informasi adalah data yang
telah diproses, atau data yang memiliki arti.

2.2.2 Siklus Informasi
Siklus informasi dimulai dari data mentah yang diolah melalui
suatu model menjadi informasi (output), kemudian informasi diterima oleh
penerima, sebagai dasar untuk membuat keputusan dan melakukan
tindakan, yang berarti akan membuat data kembali. Kemudian data tersebut
akan ditangkap sebagai input dan selanjutnya membentuk siklus.
2.2.3 Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal berikut :
1. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas
mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari
sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan
banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak
informasi tersebut.
2. Tepat Pada Waktunya
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
Informasi yang sudah usang tidak akan memiliki nilai lagi, karena
informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan berakibat fatal
bagi suatu organisasi.
3. Relevan
Relevan dalam hal ini adalah dimana informasi tersebut
memiliki manfaat dan keterkaitan dalam pemakaiannya. Relevansi
informasi untuk tiap satu individu dengan individu lainnya
memiliki perbedaan (Kristanto, 2003:6).


2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.3.1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi
yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,
prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi
sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian internal dan
eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk
pengambilan keputusan yang baik (Hartono, 1999:697)
Sedangkan menurut Kristanto (2003:11), sistem informasi
didefinisikan sebagai berikut :
1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari
komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu
menyajikan informasi.
2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan
akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan
atau untuk mengendalikan organisasi.
 
2.3.2 Komponen Sistem Informasi
Untuk mendukung lancarnya suatu sistem informasi dibutuhkan
beberapa komponen yang fungsinya sangat vital di dalam sistem informasi,
yaitu antara lain :
1. Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi.
Input dalam hal ini termasuk metode dan media untuk menangkap
data yang akan dimasukkan yang dapat berupa dokumen dasar.
2. Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang
tersimpan pada basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok Keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan
informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk
semua tingkatan manajemen serta semua pamakai sistem.
4. Blok Teknologi
Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem
informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Blok Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer, dan dipergunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya.
6. Blok Kendali
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk
meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat
dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung
dengan cepat diatasi (Kristanto, 2003 : 12-13).


2.4 Rekayasa Perangkat LunakPressman (1997:10) mengemukakan bahwa perangkat lunak adalah :
1. Perintah (program komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsi
dan unjuk kerja seperti yang diinginkan.
2. Struktur data yang memungkinkan program memanipulasi informasi
secara proporsional
3. Dokumen yang menggambarkan operasi dan kegunaan program
Sedangkan menurut Sommerville (2000:6) perangkat lunak adalah
program komputer dan dokumentasi yang berhubungan, dimana produk perangkat
lunak tersebut dapat dikembangkan untuk pelanggan tertentu atau pasar umum.
Rekayasa perangkat lunak menurut Sommerville (2000:7) adalah Disiplin
ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap
awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.


2.5 UML (Unified Modelling Language)
Proses analisis untuk mengidentifikasi objek dan kelas objek dianggap sebagai salah satu area yang paling sulit mengenai pengembangan berorientasi objek. Identifikasi objek pada dasarnya sama
dengan analisis dan perancangan. Berbagai metode analisis berorientasi
objek diusulkan pada tahun 1990-an. Metode-metode ini mempunyai
banyak kesamaan dan tiga dari pengembang utamanya (Grady Booch, Jim
Rumbaugh dan Ivan Jacobson) memutuskan untuk mengintegrasikan
pendekatan mereka untuk menghasilkan metode yang terunifikasi yang
dinamakan UML (Nugroho, 2004:20).
Pendekatan UML memiliki nilai yang sangat baik dalam
penyelidikan dan penelitian. Perangkat UML distandarkan sebagai
peralatan untuk dokumen analisa dan perancangan dari sistem perangkat
lunak. Peralatan UML termasuk diagram yang memberikan seseorang
untuk menampilkan konstruksi dari sebuah sistem object oriented.
Unified Modelling Language (UML) menurut Hermawan (2004:7)
adalah bahasa standar yang digunakan untuk menjelaskan dan memvisualisasikan artifak dari proses analisis dan desain sistem
berorientasi obyek.
Dalam penjelasan lain dikatakan bahwa UML merupakan bahasa
pemodelan yang paling sukses dari tiga Object Oriented yang telah ada
yaitu Booch, OMT dan OOSE. Dan UML adalah kesatuan dari ketiga
pemodelan tersebut dan ditambah kemampuan untuk mengatasi
pemodelan yang tidak dapat ditangani oleh ketiga metode pemodelan
tersebut (Nugroho, 2004:20).
Object Management Group, Inc. (OMG) adalah sebuah organisasi
perkumpulan taraf internasional yang terbentuk tahun 1989 memiliki
anggota lebih dari 800 anggota yang terdiri dari perusahan sistem
informasi, software development dan para user. Organisasi inilah yang
mempromosikan teori-teori dan praktek-praktek object oriented
technology dalam rekayasa software.
OMG inilah yang mengeluarkan UML setelah terbentuknya Object
Oriented Architecture (OOA) yang menjadi penentuan infrastruktur
konseptual perkembangan Object Oriented Technology, dimana dengan
adanya UML ini dapat mengurangi kekacauan dalam bahasa pemodelan
pengembangan sistem software dan juga diharapkan dapat membantu
menjawab permasalahan penotasian dan mekanisme tukar-menukar model
yang terjadi selama ini.


2.6 Konsep Database Management System
Menurut Kristanto (1999:25) Suatu DBMS (Database Management
System) berisi satu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untuk
mengakses data tersebut. Jadi DBMS terdiri dari Database dan Set Program
pengelola untuk menambah data, menghapus data, mengambil dan membaca data.
Sedangkan database sendiri merupakan kumpulan file-file yang saling
berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada.
Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dala satu lingkup
perusahaan/instansi. (Kristanto, 1999:9).
Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama
bentuk, merupakan satu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri dari
field-field yang saling berhubungan untuk menunjukkan bahwa field tersebut
dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record. Untuk
menyebut isi dari field maka digunakan atribut atau merupakan judul dari satu
kelompok entity tertentu, misalnya atribut Alamat menunjukkan entity alamat dari
siswa. Entiti adalah suatu objek yang nyata yang akan direkam.
Set program pengelola merupakan satu paket program yang dibuat agar
memudahkan dan mengefisienkan pemasukkan atau perekaman informasi dan
pengambilan atau pembacaan informasi ke dalam database.


2.7 Sekilas Tentang Delphi
Menurut Pranata (2000:xvii), ide munculnya Delphi sebenarnya
berasal dari bahasa pemrograman yang cukup terkenal, yaitu pascal.
Bahasa pascal sendiri telah diciptakan pada tahun 1971 oleh ilmuwan dari
Swiss. Yaitu Niklaus Wirth. Nama Pascal diambil dari ahli matematika
dan filsafat dari prancis yaitu Blaise Pascal (1623-1662).
Sejak saat itu muncul beberapa versi Pascal di antaranya Turbo
Pascal yang dirilis Borland Internasional Incorporation pada tahun 1983.
Turbo Pascal yang muncul pertama kali hanya dapat dijalankan di sistem
operasi DOS, namun dalam perkembangan selanjutnya, Borland
International juga merilis Turbo Pascal yang berjalan di Windows 3.x,
yaitu Turbo Pascal For Windows.
Pada tahun 1992, Borland International menggabungkan Turbo
Pascal For DOS dengan Turbo Pascal For Windows menjadi satu paket
bahasa pemrograman yang dikenal dengan nama Borland Pascal versi 7.
Karena pemrograman Windows dengan Borland Pascal masih
dirasa cukup sulit, sejak tahun 1993 Borland Internasional
mengembangkan bahasa Pascal yang bersifat visual, hasil dari
pengembangan ini adalah dirilisnya Delphi 1 pada tahun 1995.
Perkembangan Delphi tidak berhenti sampai di situ. Satu tahun berikut
nya, Pada tahun 1996, Borland Internasional merilis Delphi 2 yang sudah
bersifat 32 bit, dengan kata lain Delphi 2 hanya bisa dijalankan pada
Windows 95 dan Windows NT. Pada tahun 1997,1998, dan 1999, Borland
Internasional yang berganti nama menjadi Inprise Corporation berturut–
turut kembali merilis Delphii 3, 4 dan 5 dan yang sekarang berkembang
adalah Delphi 7.0.


2.8 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek
Menurut Hermawan (2004:5), Object Oriented Programming adalah
konsep yang membagi program menjadi objek-objek yang saling berinteraksi satu
sama lain. Dalam pemrograman berorientasi objek, komponen yang didesain
dalam proses desain kemudian diimplementasikan dengan menggunakan bahasa
pemrograman berorientasi objek.
Syarat sebuah bahasa pemrograman bisa digolongkan berorientasi objek
adalah bila bahasa pemrograman tersebut memiliki fitur untuk
mengimplementasikan 4 konsep sebuah objek yang terorientasi, yaitu : abstraksi,
enkapsulasi, polymorphisme, dan inheritance (Hermawan, 2004:6).
OOP, tidak seperti pendahulunya (pemrograman terstruktur), mencoba
melihat permasalahan lewat pengamatan dunia nyata dimana setiap objek adalah
entitas tunggal yang memiliki kombinasi struktur data dan fungsi tertentu. Hal ini
memiliki perbedaan yang mendasar dalam pemrograman terstruktur, dimana
struktur data dan fungsi didefinisikan secara terpisah dan tidak berhubungan erat.
Jadi, ide dasar pada OOP adalah mengkombinasikan data dan fungsi sehingga
menjadi satu kesatuan unit yang disebut dengan object.
Keuntungan dari penggunaan OOP yaitu :
1. Alami (Natural)
2. Dapat Diandalkan (Reliable)
3. Dapat Digunakan Kembali (Reusable)
4. Mudah Untuk di-Maintain (Maintainable)
5. Dapat Diperluas (Extendable)
6. Efisiensi Waktu


2.9 Bagan Alir
2.9.1 Flow Chart
Flow Chart (Bagan Alir Sistem) adalah bagan yang menunjukkan
aliran di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir
digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan dokumentasi.
(Hartono, 2001:795)

2.9.2 Flow Map
FM (Flow Map) Adalah merupakan bagan alir yang menunjukkan
arus data dari laporan dan form termasuk tembusan-tembusannya pada
sistem. Flow map ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan
yang digunakan di dalam bagan alir sistem (Hartono, 2001:800).
Berikut di jelaskan pada keterangan bawah ini yang merupakan
pedoman untuk menggambarkan suatu bagan alir, diantaranya:
1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas kebawah dan mulai
dari bagian kiri dari suatu halaman.
2. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas,
yaitu ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan
dimana akan berakhirnya.
3. Masing-masing kegiatan didalam bagan alir sebaiknya
digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan.
4. Masing-masing kegiatan pada bagan alir harus berada pada
urutan yang semestinya.
5. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain
harus ditunjukan dengan jelas menggunakan simbol
penghubung.


2.11 BarcodeBarcode secara harfiah berarti kode berbentuk garis. Barcode yang dikenal
orang umumnya tercetak pada kemasan produk suatu barang. Atau kita sering
melihatnya ketika petugas kasir minimarket menscan kode-kode berbentuk garis
saat kita selesai berbelanja. Kita hanya mengenalnya secara sekilas tapi tidak
begitu tahu maksud kegunaannya.
Di bidang perpustakaan, sistem barcode juga digunakan. Masing-masing
buku koleksi perpustakaan ditempel label barcode. Ketika pengguna ingin
meminjam buku, pustakawan tinggal melakukan scanning ke permukaan label,
dan secara otomatis data buku tersebut masuk ke dalam database peminjaman.
Namun di Indonesia belum banyak perpustakaan yang menggunakan barcode
dalam sistem pelayanan pemakainya. Kini dengan semakin berkembangnya
perpustakaan dan ketersediaan perangkat scanner barcode yang semakin mudah
ditemui di pasaran ada baiknya melihat teknologi ini sebagai alat bantu guna
meningkatkan kinerja perpustakaan.
Perpustakaan CIFOR sendiri telah mengimplementasikan sistem
pelayanan perpustakaan menggunakan barcode pada perangkat lunak Inmagic
sejak tahun 1980. Dengan menggunakan standar True Type Font code 39 sebagai
kode barcode, diharapkan akan mengurangi kesalahan data entry sirkulasi dan
meningkatkan kecepatan pelayanan.


2.13 SQL
Sejarah SQL (Structured Query Languange) dimulai dari artikel seorang
peneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basis
data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan
pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut.
Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query
Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan
basis data relasional beserta SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalah hukum
mengenai penamaan SEQUEL, IBM mengubahnya menjadi SQL. Implementasi
basis data relasional dikenal dengan System/R. 2
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang
membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama
perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut
populer, sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis
data.
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan
dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan
SQL86. Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian
diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun
1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi
kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung
SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki bahasa penyampaian
masing-masing yang berbeda.


2.14 Rational Rose
Menurut Suhendar dan Gunadi (2004:7) Rational Rose adalah software
yang memiliki perangkat-perangkat pemodelan visual untuk membangun suatu
solusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis.
Rational Rose dikeluarkan oleh Rational yang menurut Hermawan
(2004:v) sejak Februari 2003 menjadi anak perusahaan IBM, yaitu sebuah
perusahaan software yang sudah menjadi alat bantu yang digunakan oleh industri
pengembang perangkat lunak aplikasi berorientasi obyek di seluruh dunia untuk
melakukan analisis dan desain visual.
Menurut Suhendar dan Gunadi (2002:38) Rational rose memiliki
berbagai keunggulan diantaranya:
4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa pemodelan standar yang di
gunakan UML
5. Rational Rose mendukung round-trip enginerring, sehingga kita dapat
men-generate kode (Java, C++, Borland Delphi, Visual Basic, dan lain
sebagainya) dan melakukan reverse engineering untuk menampilkan
arsitektur software.
6. Model dan kode senantiasa sinkron selama dalam development cycle
7. Membangun software dengan Rational Rose memudahkan dalam
memperbaiki software tersebut karena apabila suatu saat ditemukan
requirement baru, anda dapat kembali menggambarkan lagi dalam
UML.
8. Mendukung rekayasa software untuk sistem client/server, sehingga
Rational Rose merupakan software pemodelan visual yang tangguh
dalam lingkungan client/server, e-bussiness, dan lingkungan
perusahaan terdistribusi.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Metode Pengumpulan Data
Penyusunan skripsi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode
yang dapat mendukung penulis, baik dalam pengumpulan data maupun informasi
yang diperlukan, untuk mendapatkan kebenaran materi uraian pembahasan.
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam pembahasan
skripsi ini adalah dengan menggunakan :

1. Metode Interview
Metode ini dilakukan dengan cara mewawancarai seseorang yang ahli
dalam bidangnya atau melakukan diskusi dengan seseorang yang mengerti
terhadap materi bahasan agar mendapatkan bahan masukan dan data
pendukung dalam penyusunan skripsi ini.
Penggunaan metode interview ini digunakan karena memiliki
beberapa kekuatan dalam pencarian datanya, seperti : mudah
pengaplikasian dan penerapannya, murah, dan dapat mengetahui
kebutuhan konsumen secara langsung
Pada metode wawancara ini penulis melakukan wawancara kepada
Bapak Ali selaku Manager Operasional dan kepada beberapa karyawan
yang berada di PT. Kemenangan Jaya untuk memperoleh data-data yang
diperlukan dalam perancangan dan pembuatan sistem. Adapun laporan
hasil wawancara tersebut dapat dilihat pada lampiran 1.
Selain itu penulis juga mengadakan peninjauan, pengamatan, dan
penelitian langsung di lapangan untuk memperoleh dan mengumpulkan
data yang dibutuhkan.
Pengamatan dilakukan pada :
Tempat : PT. Kemenangan Jaya
Jl. Percetakan Negara Raya D 750-752 Rawasari – Jakarta
Pusat 10570
Waktu : 28 Januari – 31 Maret 2007
Berdasarkan wawancara dan pengamatan yang penulis lakukan,
penulis mengumpulkan informasi mengenai:

A. Sejarah Singkat PT. Kemenangan Jaya
Memuat tentang sejarah singkat berdirinya PT. Kemenangan
Jaya dan struktur organisasi PT. Kemenangan Jaya.
 
B. Sistem Yang Berjalan di PT. Kemenangan Jaya
Hal ini memuat tentang sistem dan prosedur yang berjalan pada
saat ini dan permasalahan-permasalahan yang ada pada PT.
Kemenangan Jaya yang berhubungan dangan sistem Absensi
Pegawai
 

3.2 Metode Pengembangan SistemMetode pengembangan sistem yang digunakan dalam pembahasan skripsi
ini adalah dengan menggunakan Model Spiral.
Model spiral yang pada awalnya diusulkan oleh Boehm (1988),
merupakan suatu model proses perangkat lunak yang evolusioner yang merangkai
sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model
sekuensial linear. Model ini berpotensi untuk pengembangan versi pertambahan
perangkat lunak secara cepat.
Setiap untai pada spiral merepresentasikan proses perangkat lunak, dengan
demikian untai yang paling dalam mungkin berkenaan dengan kelayakan sistem,
untai berikutnya dengan definisi peersyaratan sistem, dan untai berikutnya lagi dengan perancangan sistem, demikian seterusnya.

3 komentar: